Dukung Hilirisasi Perkebunan, BRMP Papua Pegunungan Tingkatkan Kompetensi PBT
Sentani, Papua - Tim Loka Penerapan Modernisasi Pertanian Papua Pegunungan mengikuti kegiatan Peningkatan Kapabilitas Pengawas Benih Tanaman (PBT) untuk Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan dalam rangka Hilirisasi yang dilaksanakan pada 16–17 September 2026 di Aula Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Papua, Sentani, Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan hilirisasi komoditas perkebunan serta kelancaran pelaksanaan sertifikasi benih siap salur, dengan melibatkan peserta dari beberapa unit kerja pertanian dan perkebunan di wilayah Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan, dan arahan kebijakan perbenihan perkebunan dalam mendukung hilirisasi. Peserta kemudian mengikuti pre-test sertifikasi benih tanaman perkebunan, dilanjutkan dengan pemaparan mengenai prosedur sertifikasi benih kopi dan kakao oleh pemateri dari Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya. Kegiatan hari pertama ditutup dengan diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai tahapan serta ketentuan sertifikasi benih kopi dan kakao.
Pada hari kedua, materi dilanjutkan dengan prosedur sertifikasi benih kelapa yang disampaikan oleh BBPPTP Ambon. Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi diskusi, evaluasi, dan penyusunan rencana kerja sertifikasi benih perkebunan untuk wilayah Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan. Sesi ini menjadi ruang untuk membahas pelaksanaan sertifikasi di masing-masing wilayah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan langkah tindak lanjut dalam mendukung kelancaran sertifikasi benih perkebunan.
Keikutsertaan Tim Loka Penerapan Modernisasi Pertanian Papua Pegunungan dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kapabilitas petugas dalam pelaksanaan sertifikasi benih tanaman perkebunan, khususnya komoditas yang menjadi bagian dari program hilirisasi. Kegiatan ditutup dengan post-test sertifikasi benih tanaman perkebunan dan penutupan. Pengetahuan dan hasil koordinasi yang diperoleh selanjutnya dapat menjadi dasar dalam mendukung pengawalan sertifikasi benih perkebunan serta pengembangan komoditas unggulan di Papua Pegunungan.