Matangkan Perencanaan Kegiatan, BRMP Papua Pegunungan Ikuti Seminar Proposal Kegiatan T.A. 2026
Sentani, 10 Maret 2026 - Loka Penerapan Modernisasi Pertanian Papua Pegunungan turut berpartisipasi dalam kegiatan Seminar Proposal Kegiatan Teknis Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Papua Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan sebagai bagian dari proses pematangan perencanaan program pembangunan pertanian di wilayah Papua.
Kegiatan seminar ini menghadirkan berbagai pemateri dari lingkup BBRMP Papua untuk memaparkan rencana kegiatan teknis yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran berjalan. Berdasarkan jadwal kegiatan, seminar berlangsung dalam beberapa sesi yang membahas berbagai program strategis, mulai dari analisis kebijakan pertanian hingga pengembangan benih sumber komoditas unggulan spesifik lokasi.
Dalam kegiatan tersebut, Edison Ayakeding, S.ST., M.Si, perwakilan Loka Penerapan Modernisasi Pertanian Papua sekaligus penanggung jawab kegiatan perbenihan kopi di Papua Pegunungan, memaparkan proposal kegiatan berjudul Produksi Benih Sumber Kopi Spesifik Lokasi di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Dalam paparannya, Edison menjelaskan bahwa pengembangan benih sumber kopi menjadi langkah strategis untuk mendukung peningkatan produktivitas kopi di wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Jayawijaya yang memiliki potensi besar untuk pengembangan kopi arabika. Wilayah ini berada pada ketinggian sekitar 1.400–2.000 meter di atas permukaan laut dengan kondisi iklim yang sesuai untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Program ini diharapkan mampu menyediakan benih unggul bagi petani serta memperkuat pengembangan perbenihan benih sumber kopi di Papua Pegunungan sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Dalam sesi diskusi, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Papua Selatan menyampaikan bahwa rencana kegiatan perbenihan kopi perlu semakin dimantapkan, khususnya dalam hal pendekatan kepada calon penangkar serta metode pelaksanaan perbenihan kopi yang akan digunakan di lapangan. Menurutnya, penguatan komunikasi dan pendampingan kepada calon penangkar menjadi kunci keberhasilan program, sehingga proses produksi benih dapat berjalan sesuai standar dan berkelanjutan. Selain itu, pemilihan metode perbenihan yang tepat juga penting untuk memastikan kualitas benih yang dihasilkan serta efektivitas pelaksanaan kegiatan di wilayah Papua Pegunungan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Papua menegaskan bahwa manajemen risiko perlu menjadi bagian penting dalam perencanaan kegiatan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih sistematis serta mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan hambatan di lapangan. Beliau juga mendorong penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan guna menjaga kualitas pelaksanaan program sekaligus memperkuat tata kelola kegiatan secara lebih baik.
Kegiatan seminar proposal ini juga menjadi ruang diskusi dan evaluasi bersama guna memperkaya substansi proposal kegiatan melalui berbagai masukan dari pimpinan dan peserta seminar. Berbagai aspek perencanaan kegiatan dibahas secara mendalam, termasuk pendekatan teknis, target capaian program, serta mekanisme pelaksanaan di lapangan.